Sukses Mengedukasi Aplikasi Digital ke 1000 Warung Tradisional di Jabodetabek, SAHARA Ingin Tularkan Ilmu ke Seluruh Indonesia

Sukses Mengedukasi Aplikasi Digital ke 1000 Warung Tradisional di Jabodetabek, SAHARA Ingin Tularkan Ilmu ke Seluruh Indonesia

Sukses Mengedukasi Aplikasi Digital ke 1000 Warung Tradisional di Jabodetabek, SAHARA Ingin Tularkan Ilmu ke Seluruh Indonesia
Sukses Mengedukasi Aplikasi Digital ke 1000 Warung Tradisional di Jabodetabek, SAHARA Ingin Tularkan Ilmu ke Seluruh Indonesia

Jakarta-Kendati perkembangan Usaha Kecil Menengah (UMKM) Indonesia sudah

mulai meningkat dari sisi kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB), namun usaha kecil Indonesia masih ketinggalan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi digital yang perkembangannya demikian cepat dan dinamis. Seperti penggunaan media sosial sebagai platform untuk meningkatkan kinerja usahanya.

Penggagas terbentuknya komunitas SAHARA (Sahabat Usaha Rakyat) dan Ketua Umum Induk Koperasi Pengusaha Wanita Indonesia (Inkowapi), Sharmila Yahya, mengakui bahwa kemampuan para Ibu-Ibu Pedagang Warung Tradisional untuk memanfaatkan media sosial dan teknologi digital harus lebih ditingkatkan. Melalui digitalisasi, usaha warung tradisional akan lebih berkembang pesat, karena internet tidak lagi mengenal hambatan jarak.

Perempuan energik yang juga menjabat Ketua Komite Tetap Bidang Pembinaan dan Pengembangan UMKM

dan Koperasi – KADIN INDONESIA ini, mengatakan, selama ini, Inkowapi bertugas membina kaum ibu-ibu yang mempunyai usaha. Kemudian Inkowapi melalui SAHARA tergerak untuk menggerakkan warung-warung sembako yang ternyata sebagian besar dikelola kalangan ibu-ibu.

“Selama ini mereka menjalankan usahanya sendiri-sendiri dan belum pernah mendapatkan pelatihan pengelolaan usaha yang baik. Karena itulah kami mengumpulkan mereka semua di dalam wadah koperasi SAHARA. Luar biasa kemajuan setelah dibina,” ujar Sharmila.

Sharmila menjelaskan, SAHARA membantu para ibu-ibu dalam hal pembelian bersama sembako, penjualan bersama, dan pembiayaan bersama. Inkowapi berharap semua pemilik warung tradisional yang menjadi binaan SAHARA dapat mengelola warungnya dengan manajemen yang baik dan usahanya bisa meningkat.

Ada tiga hal yang menjadi perhatian SAHARA yakni, pendidikan usaha, permodalan

, dan sistem teknologi informasi (IT System). “Saat ini orang bisa berbelanja ke warung-warung binaan SAHARA melalui aplikasi di smartphone android bernama Sembako Sahara. Jadi, pembeli dan agen pemilik warung bisa bertransaksi pembelian-penjualan sembako langsung di aplikasi tersebut,” jelas Sharmila

Menurut Sharmila, saat ini kita berada di era digitalisasi. Internet membawa perubahan dunia yang sangat revolusioner. Internet menjadikan dunia sebagai negara global tanpa batas, semua terhubung dan terkoneksi menjadi satu. Jika kita tidak masuk ke dalam dunia digital, maka ia akan ditinggal oleh perkembangan pesat bisnis online yang sudah menggusur peran model bisnis konvensinal

Ia menambahkan, komunitas SAHARA adalah bagian dari anggota INKOWAPI. Saat ini telah masuk dan hijrah ke managemen berbasis digital. Yaitu mulai dari mengelola anggota, kelembagaan, program, unit-unit bisnis, dan keuangan, seluruhnya telah menggunakan sistem digitalisasi.

 

Sumber :

https://www.colcampus.com/eportfolios/1334/Home/6_Characteristics_and_Examples_of_PlantLike_Protists