Sumpah (Aqsam) dalam Al-Qur'an

Sumpah (Aqsam) dalam Al-Qur’an

Sumpah (Aqsam) dalam Al-Qur'an
Sumpah (Aqsam) dalam Al-Qur’an

Pengertian Aqsam

Menurut Bahasa Aqsam adalah bentuk jamak dari Qasam yang artinya sumpah. Adapun menurut istilah yang dimaksud dengan ilmu Aqsamul Qur’an ialah ilmu yang membicarakan tentang sumpah-sumpah yang terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an.1Lafaz sumpah tersebut harus menggunakan huruf sumpah (al-qasam) yaitu waw, ba’, ta’ seperti wallahi (demi Allah), Billahi (demi Allah), dan Tallahi (demi Allah).

Pengertian lain dari kata sumpah adalah kata sumpah berasal dari bahasa Arab اْلقَسَمُ (al-qasamu) yang bermakna اْليَمِينُ (al-yamiin) yaitu menguatkan sesuatu dengan menyebutkan sesuatu yang diagungkan dengan menggunakan huruf-huruf (sebagai perangkat sumpah) seperti و , ب dan huruf lainnya.

Secara Etimologi Sumpah (Aqsam) merupakan bentuk jamak dari kata Qasam yang artinya sumpah. Kata Qasam, sama artinya dengan kata-kata alhilf dan al-yamin, karena memang satu makna yaitu sumpah. Dinamakan dengan Yamin karena orang-orang Arab itu bersumpah saling memegang tangan kanan masing-masing.

Dan dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, sumpah diartikan sebagai:
Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan saksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dan sebagainya).
Pernyataan yang disertai tekat melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenaran atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar.

Janji atau ikrar yang teguh ( akan menunaikan sesuatu).

Sedangkan menurut Louis Ma’luf, dalam konteks bangsa arab, sumpah yang diucapkan oleh orang Arab itu biasanya menggunakan nama Allah atau selain-Nya. Pada intinya sumpah itu menggunakan sesuatu yang diagungkan seperti nama Tuhan atau sesuatu yang disucikan.

Akan tetapi, bangsa Arab pra-Islam yang dikenal sebagai masyarakat yang menyembah berhala (paganism). Mereka menyebutkan atau mengatakan sumpah dengan atas nama tuhannya dengan sebutan Allah, seperti dalam yang tersurat dalam al-Qur’an surat Al-Ankabut ayat 61 yang berbunyi:

سَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ فَأَنَّى يُؤْفَكُونَوَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْ
Artinya:”Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar)”. (QS. Al-Ankabuut: 61)

Dan selanjutnya, juga dalam surat Al-Ankabut ayat 63 disebutkan firman Allah yang artinya :”Dan Sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya)”. (QS. Al-Ankabut: 63)

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/doa-sebelum-belajar/

Syarat dan Rukun Sumpah ( Aqsam )

Apabila Sumpah (Qasam) dan syarat berkumpul dalam suatu kalimat, sehingga yang satu masuk kedalam yang lain, maka unsur kalimat yang menjadi jawab adalah bagi yang terletak lebih dahulu dari keduanya, baik Qasam maupun syarat, sedang jawab dari yang terletak kemudian tidak diperlukan. Qasam (sumpah) dan syarat dalam bahasa arab merupakan suatu unsur kalimat. Lazim disebab jawab qasam (muqsam’alaih) dan jawab syarat. Contoh dengan jawab qasam ”Demi Allah, saya akan bersedekah”. Pernyataan ”saya akan bersedekah ” disebut jawab qasam.

Dalam bersumpah telah disyaratkan: Akil, Baligh, Islam, berkemampuan baik dan menentukan pilihan, jika seseorang bersumpah karena dipaksa maka sumpahnya tidak sah. Sedangkan rukunnya itu lafaz yang akan digunakan. Orang yang bersumpah itu wajub melaksanakan isi sumpahnya, sumpah yang isinya dilaksanakan, menjadi amal baik, jika tidak melaksanakan maka wajib membayar kaffarah atau denda.