Target MDGs

Target MDGs

Target MDGs

antara lain:

  • Pengentasan kemiskinan dan kelaparan yang ekstrim

Pada 2008, angka kemiskinan nasional adalah 15,4 % atau terdapat hampir 35 juta penduduk miskin. Diperlukan suatu usaha yang besar dalam mencapai target MDG’s dengan target kemiskinan sebesar 7,5 %.


Menurunkan angka kemiskinan menjadi target atau tujuan utama dari MDG’s dengan alasan bahwa ketika seseorang memiliki uang yang cukup, maka ia akan memiliki daya beli untuk memenuhi kebutuhan baik makanan, pendidikan, kesehatan, dan akses penting lain yang mampu menunjang kehidupan sehingga tercapai suatu kesejahteraan.


Menurut survey yang dilakukan BPS pada tahun 2008, ukuran seseorang dikatakan berada dibawah garis kemiskinan jika pengeluaran seseorang kurang dari Rp 182.636 per bulan. Namun kemiskinan ini tidak hanya diukur berdasarkan pendapatan (income poverty), melainkan memiliki banyak dimensi. Seseorang juga dapat merasa dirinya miskin ketika ia hanya memiliki rumah yang kumuh, kekurangan air bersih, pendidikan, atau informasi.


Mengentaskan masalah kemiskinan bukanlah hal yang mudah. Diperlukan beberapa upaya yang kompleks misalnya memperbaiki akses pendidikan bagi warga yang kurang mampu, menyediakan lapangan pekerjaan dan memberikan penghasilan yang cukup, memberikan subsidi bidang kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.


Target kedua MDG’s adalah mengurangi jumlah anak-anak yang kekurangan gizi hingga separuhnya. Pada tahun 1990 angka kekurangan gizi pada anak-anak sekitar 35,5 % jadi harus ditekan menjadi sekitar 17,8 %. Di Indonesia, masalah kurang gizi pada anak bukan hanyak disebabkan oleh minimnya penghasilan. Lebih banyak anak kekurangan gizi meski angka kemiskinan menurun dikarenakan banyak bayi yang tidak mendapatkan makanan tepat dalam jumlah yang cukup. Selain itu juga disebabkan kurangnya perhatian ibu, kurangnya informasi dan informasi dalam perawatan anak.


  1. Pemerataan pendidikan dasar

Tujuan kedua MDG’s ini bukanlah sekedar semua anak bisa sekolah, tetapi memberikan pendidikan dasar yang utuh. Karena meskipun angka partisipasi di sekolah cukup meningkat, banyak yang tidak dapat belajar dengan lancar di sekolah. Ada yang tidak naik kelas atau bahkan terpaksa berhenti.


Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua dapat dicapai dengan beberapa aktivitas yang terkait antara lain pemerataan pertumbuhan ekonomi, pemerataan jumlah tenaga pendidik berkualitas, serta memperbaiki aspek transportasi, makanan, buku, sarana pensisikan, serta perlengkapan tambahan lainnya.


  • Mendukung adanya persamaan jender dan pemberdayaan perempuan

Kesetaraan gender yang menjadi tujuan ketiga dari MDG’s ini menyangkut tiga target yaitu perbedaan dan diskriminasi gender dalam hal pendidikan, lapangan pekerjaan, dan keterwakilan dalam parlemen.

  • Mengurangi tingkat kematian anak

Usia harapan hidup di negeri ini rata-rata meningkat sekitar 15 tahun. Anak-anak yang lahir di Indonesia saat ini memiliki usia harapan hidup hingga 68 tahun. Namun ada satu ukuran lainnya yang sangat penting yaitu jumlah anak-anak yang meninggal. Anak-anak terutama bayi memiliki kerentanan terhadap penyakit dan kondisi hidup yang tidak sehat. Sehingga tujuan keempat dari MDG’s adalah mengurangi jumlah kematian anak.


Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian bayi sampai balita adalah dengan menurunkan tingkat kemiskinan. Diperlukan dana yang banyak bukan hanya untuk penyembuhan tetapi juga untuk pencegahan penyakit melalui berbagai upaya seperti vaksinasi atau peningkatan nilai gizi yang dikonsumsi.


  • Meningkatkan kesehatan ibu

Target untuk 2015 adalah mengurangi dua per tiga rasio kematian ibu dalam proses melahirkan. Pada dasarnya, penyebab terbesar kematian ibu adalah komplikasi ketika persalinan. Sejumlah komplikasi sewaktu persalinan bisa dicegah misalnya komplikasi akibat aborsi yang tidak aman.


Cara untuk mencegah komplikasi juga melalui terpenuhinya akses yang baik bagi perempuan dalam kontrasepsi yang efektif. Kemudian juga tingkat perekonomian keluarga yang baik akan mendukung tingkat ketercukupan gizi pada ibu hamil, serta diperlukan adanya ketersediaan dan pemerataan tenaga medis yang berkualitas dalam menolong proses persalinan.


  • Memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya

Tujuan keenam dalam MDG’s adalah menangani berbagai penyakit menular paling berbahaya. Penyakit pertama yang menjadi prioritas penanganan dalam tujuan MDG’s adalah HIV-AIDS yang dianggap tidak hanya menimbulkan kerugian bagi masyarakat tetapi juga kerugian di level Negara.


HIV-AIDS merupakan jenis penyakit yang memiliki kemungkinan untuk menimbulkan generalized epidemy. Hal ini karena penyebarannya yang cepat diantara dua kelompok beresiko tinggi yaitu para pengguna NAPZA dan pekerja seks. Selain itu HIV-AIDS mungkin juga menular melalui ibu ke bayinya, atau dari suami kepada istrinya.


HIV-AIDS merupakan penyakit menular yang penanganannya sangat kompleks. Jumlah penderita HIV-AIDS seringkali tidak terdeteksi secara pasti karena adanya stigma negatif di masyarakat. HIV-AIDS adalah penyakit yang dapat menyerang semua kalangan masyarakat dan dari berbagai kelompok umur. Penyakit ini penyebarannya diperparah dengan tingkat pengetahuan akan definisi penyakit yang masih rendah baik dari masyarakat atau tenaga kesehatan.


Penyakit menular lain yang menjadi tujuan penanganan dalam MDG’s adalah TBC dan Malaria. Dua jenis penyakit ini menjadi prioritas diantara banyaknya penyakit menular lain karena menyebabkan penderitanya rentan terhadap penyakit lain. Selain itu dua penyakit ini memiliki karakteristik yang sama dengan kasus HIV-AIDS yaitu susah menemukan kasus secara pasti. Banyak penderita HIV-AIDS yang malu untuk memeriksakan diri karena adanya stigma di masyarakat, sedangkan untuk penyakit TBC dan malaria penyebab utama tidak terdeteksinya kasus dikarenakan faktor pengetahuan yang kurang sehingga memperparah dampak dan penyebaran penyakit secara meluas.


  • Memastikan kelestarian lingkungan

Kelestarian lingkungan menjadi tujuan ketujuh dalam MDG’s dengan alasan kelestarian lingkungan yang terjaga merupakan aspek yang mendukung tercapainya derajat kesehatan dan kesejahteraan manusia. Manusia dalam memenuhi kebutuhannya seringkali memanfaatkan sumber daya alam dengan maksimal tanpa memperhatikan dampak dari penggunaan sumber daya tersebut.


Salah satu dampak penggunaan sumber daya alam oleh manusia adalah timbulnya polusi baik di udara, air, maupun tanah. Kelestarian alam yang tidak terjaga tidak hanya akan menimbulkan kerugian di kawasan suatu Negara namun juga dapat mengancam kelestarian lingkungan Negara lainnya.


Sumber: https://www.loljam.com/high-speed-apk/