Teknik Pemeliharaan Larva Udang Vannamei

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan dalam program revitalisasi perikanan. Pada awalnya jenis udang yang dibudidayakan di air payau adalah udang windu, namun setelah mewabahnya penyakit WSSV yang mengakibatkan menurunnya usaha udang windu, pemerintah kemudian mengintroduksi udang vannamei untuk membangkitkan kembali usaha perudangan di Indonesia dan dalam rangka diversifikasi komoditas perikanan

Udang vannameii (Litopenaeus vannameii) merupakan udang asli perairan Amerika Latin yang masuk ke dalam famili Penaidae. Udang ini dibudidayakan mulai dari pantai barat Meksiko ke arah selatan hingga daerah Peru. Udang vannameii merupakan komoditas air payau yang banyak diminati karena memiliki keunggulan seperti tahan terhadap penyakit, mempunyai tingkat pertumbuhan yang relatif cepat, dan sintasan pemeliharaan yang tinggi

Udang vannamei masuk ke Indonesia pada tahun 2001. Produksi benur udang vannameii dirintis sejak awal tahun 2003 oleh sejumlah hatchery, terutama di Situbondo dan Banyuwangi (Jawa Timur). Budidaya uji coba sudah dilakukan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Setelah melalui serangkaian penelitian dan kajian, akhirnya pemerintah secara resmi melepas udang vannameii sebagai varietas unggul pada 12 Juli 2001 melalui SK Menteri KP No.41/2001.

angka ekspor udang Indonesia di Pasar Jepang merangkak naik dibandingkan bulan sebelumnya. Tercatat angka ekspor udang Indonesia di Pasar Jepang pada Juli 2010 sebanyak 3.000 MT (Metrik Ton) atau meningkat 705 MT dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, produksi yang dibukukan Indonesia yakni di angka 2.934 MT hanya lebih kecil 66 MT dari tahun 2010.

Permintaan udang yang semakin meningkat dapat dilihat dari volume ekspor udang Indonesia pada tahun 2010 yang mencapai USD 1,57 miliar atau 63,3 % dari total nilai ekspor hasil perikanan Indonesia sebesar USD 2,34 miliar

Sejak tahun 2005, pemerintah mencanangkan budidaya udang sebagai salah satu komoditas unggulan revitalisasi perikanan. Untuk mencapai target produksi udang sebesar 540.000 ton, diperlukan induk sedikitnya 900.000 ekor dan benur udang 52,31 milyar ekor. Produksi udang vannameii selama ini dikembangkan dengan teknologi semi intensif dan intensif. Melalui manajemen budidaya yang lebih baik  ditargetkan  produksinya dapat meningkat sebesar 17,38% per tahun, yaitu: 275 ribu ton pada tahun 2010 menjadi 500 ribu ton tahun 2014

Sampai saat ini, benur yang diproduksi hatchery belum dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Kendalanya adalah kurang stok induk udang, makanan yang kurang cocok, serta teknik pemeliharaan larva dan pengelolaan yang belum memadai, hal ini menyebabkan produksi rendah.

Masalah besar yang dihadapi dalam melakukan usaha pemeliharaan larva udang vannameii adalah keterbatasan pengalaman dan teknologi yang dapat menjamin benih yang dihasilkan akan berkualitas baik. Salah satu upaya guna mendapatkan  benur berkualitas baik yaitu selalu mengupayakan agar media pemeliharaan selalu optimal untuk pemeliharaan larva, misalnya dengan melakukan pengelolaan air media larva, pengelolaan pakan dan pengendalian penyakit sebaik mungkin.

Biologi Udang Vannamei

Klasifikasi

          tata nama udang vannamei (Litopenaeus vannamei) menurut ilmu taksonomi adalah sebagai berikut :

Kingdom          : Animalia

Subkingdom    : Metazoa

Filum               : Arthropoda

Kelas               : Crustacea

Subkelas         : Eumalacostraca

Superordo       : Eucarida

Ordo                : Decapoda

Subordo          : Dendrobrachiata

Famili              : Penaeidae

Genus                         : Litopenaeus

Spesies           : Litopenaeus vannamei

 

Baca juga: