Terowongan Bawah Laut Hubungkan Eropa-Asia

Terowongan Bawah Laut Hubungkan Eropa-Asia

Terowongan Bawah Laut Hubungkan Eropa-Asia
Terowongan Bawah Laut Hubungkan Eropa-Asia

SEBUAH terowongan mobil yang menghubungkan Benua Asia dengan Eropa untuk pertama kali dibuka untuk umum.

Selasa (20/12) lalu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meresmikan Terowongan Avrasya. Setelah itu diresmikan, Erdogan bersama Perdana Menteri Binali Yildirim melakukan perjalanan pertama dari Eropa ke Asia dengan terowongan tersebut.

Terowongan baru itu terletak di bawah Selat Bosporus, Istanbul. Proyek yang dikerjakan sejak 2011 itu menelan dana hingga US$1,2 miliar (sekitar Rp16,2 triliun), termasuk dana pinjaman sebesar US$960 juta (sekitar Rp12,9 triliun).

Proyek tersebut dikerjakan konsorsium yang terdiri atas perusahaan konstruksi swasta Yapi Merkezi dan SK Group dari Korea Selatan.

Terowongan memiliki panjang 5,4 kilometer dengan 3,4 kilometer berada di bawah Selat Bosporus. Pengerjaan terowongan dua lantai tersebut didukung mesin bor terowong­an khusus dengan rata-rata kecepatan pengerjaan 8-10 meter dalam sehari.

Diharapkan, adanya terowongan baru itu dapat memperpendek jarak

tempuh dari 100 menit menjadi 15 menit.Perancang terowongan tersebut mengatakan jumlah material yang digali untuk proyek tersebut mampu untuk mengisi 788 kolam renang Olimpiade. Semen yang digunakan mampu mengisi 18 stadion dan besi yang digunakan setara dengan bahan untuk membangun 10 Menara Eiffel.

Terowongan tersebut telah dirancang tahan terhadap gempa hingga 7,5 Skala Richter.

Peresmian terowongan terbaru tersebut merupakan awal dari mimpi Erdogan untuk membangun Turki baru dengan infrastruktur yang lebih modern. Untuk mewujudkan hal tersebut, Erdogan memiliki beberapa proyek gila yang sedang dibangun ataupun telah selesai.

Terowongan Marmaray merupakan salah satu proyek Erdogan

yang telah selesai dan telah digunakan. Proyek terowongan kereta yang berada di bawah Selat Bosporus tersebut juga menghubungkan Benua Asia dan Eropa.

Terowongan Marmaray menghubungkan jaringan kereta di daerah suburban dengan kawasan perkotaan Istanbul.

Pihak terkait menyatakan sejauh ini sistem tersebut telah mengangkut 172 juta penumpang

. Berselang satu bulan setelah kudeta gagal, Erdogan juga meresmikan jembatan ketiga di Bosporus. Jembatan yang dinamakan Yavuz Sultan Selim tersebut merupakan jembatan gantung terluas di dunia dengan lebar 58,5 meter dan panjang mencapai 1.408 meter (salah satu yang terpanjang di dunia).

 

sumber :

https://gumroad.com/gurupendidikan/p/machines-at-war-3-rts-apk