Tindakan pidana dan masyarakat

Dapat di yakini bahwa pada peradaban yang tinggi manusia dan setan semakin memainkan perananya, menjadi sifat yang hampir sama dan berseberangan dan sekarang banyak sekali orang melakukan hal yang aniaya(zhalim) dan bodoh (jahl) [1],bukanya mengikuti petunjuk yang di anugerahkan Allah sang pencipta melalui rosul dan nabinya sepanjang masa untuk mencegah dan membatasi perilaku manusia untuk tidak berbuat aniaya kepada sesame dan Allah serta alam semesta,Allah SAW telah memberikan batasan dengan hukum dan syariah dan hukum-hukum yang ada dalam Al-quran dan al-hadist.

            Syariah telah menetapkan dua kriteria hukuman yaitu :

1)      Untuk memberikan efekjera dan dengan catatn tidak akan mengulangi lagi perilaku yang merygikan orang lain.

2)      Memberikan kesempatan untuk memulihkan diri sebagai anggota masyarakat yang baik.

  1. Macam-macam hukuman antara lain
  2. Al-uqubat (hukum pidana)

Dalam agama islam hukum pidana di sebut Al-uqubat yang berasal dari kata “al-uqubah”

(hal-hal yang merugikan atau criminal) hanya ada dua perbedaan hukum  dengan syariat yaitu, syariah menekankn untuk pemenuhan hak-hak individu secara umum , hukum adalah salah satu cara atau obat  untuk mengobati penyakit individu agar bisa bermasyarakat dengan baik dan tidak merugikan orang lain.

            Tindakan pidana yang dapat di hukum dalam syariat agama islam adalah tindakan yang mempengaruhi masyarakat yaitu , pembunuhan (qati),perampokan(hirobah),pencurian(sariqah),perzinaan(zina),dan tuduhan zina(qodzaf).

            Hukuman atas tindakan pidana dapat di kategorikan ke dalam empat hal yaitu:

1)      Hukumsn fisik yang meliputi hukuman mati,potong tangan, hukuman cambuk,dan rajam sampai mati.

2)      Membatasi kebebasan meliputi,hukuman penjara.

Bila sese orang mengalami hak individunya maka, ia harus di tegur karena Al-quran mengatakan:

                                                                                                                         فانبغت احد هما ءلي الا خر ي فقتلو االتي تبغي حتي تفيء إلي أمرالله(الحجر ات 9 )

Artinya :

“jika salah satu dari golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah SAW [2](Al-hujurot (49);9).

  1. Hudud Dan Ta’dzirat

Hadud hanya di berikan bila terjadi pelanggaran atas hak-hak masyarakat.

Kata “hudud” adalah bentuk jamak dari bahasa arab “hadd” yang berarti pencegahan,penekanan atau larangan.

Dalam islam kata hudud di batasi hanya untuk hukuman dan untuk persoalan menghakimi atau menjatuhkan fonis hukuman sudah di terangkan dalam Al-quran dan Al-hadist, yang di lakukan dengan pertimbangan hakim yang berkompeten dalam bidangnya dan bisa di percaya.al-Quran telah menetapkan ketentuan umum dalam menetapkan hukuman salah stunya terdapat di dalam ayat berikut.

وجزء ثيئة مثلها فمن ءفا وأصلح فأ جرءلى الله إنه لايحبّ الظلمين (الشو ر ى30)

Artinya:

“dan balasan kejahatan adalah kejahatan yang serupa,maka barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas(tanggungan) Allah. Sesungguhnya diya tidak menyukai orang-orang yang dzalim [3] (Al-syuura (42);40)

            Dengan demikian kaum muslimin di ajarkan agar menjadi orang yang sabar(shabirun),tetapi mereka juga di wajibkan untuk mencegah tindak pidana dan dengan mengambil langkah pencegahan dan mengambil usaha fisik maupun moral,bentuk akhlak yang terbaik adalahmembuat kebencian menjadi persahabatan’

  1. Ta’dzir

Secara harfiah adalah membinasakan pelaku criminal karena tindak pidana yang terlampau besar,memalukan dan membuat kerugian bagai oranglain.

            Untuk hukum ta’dzil ini lebih banhyak di tentukan oleh hakim dan dengan

 mepertimbangkan undang-undang dan atran yang ada dalam mententukan kadar hukuman yang akan di berikan kepada tersangka dengan takaran yang pas dan adil dan tidak memihak salah satu, serta dengan mengedepankan aturan dan hukum yang ada di al-Quran dan al-hadist.

baca juga :