Tujuan shalat rawatib & Tempat Melaksanakannya

Tujuan shalat rawatib & Tempat Melaksanakannya

 

Tujuan shalat rawatib

Tujuan shalat rawatib yang dilaksanakan sebelum shalat wajib adalah untuk mempersiapkan jiwa kita sebelum melaksanakan shalat wajib. Agar jiwa menjadi tenang dari urusan duniawi dan lebih siap untuk melaksanakan shalat wajib.Sedangkan shalat rawatib yang dilaksanakan sesudah shalat wajib adalah berfungsi untuk menutup kekurangan dari shalat wajib yang kita kerjakan.

Tempat melaksanakan shalat rawatib

Lebih dianjurkan untuk mengerjakan sholat rawatib di rumah . Hal ini sebagaimana hadits dari Zaid bin Tsabit, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ
“Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.”
(HR. Bukhari no. 731 dan Ahmad 5/186)

Dan juga ada keterangan lain dari Hadits Riwayat Bukhari

اجْعَلُوا فِى بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلاَتِكُمْ ، وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا
“Jadikanlah shalat kalian di rumah kalian. Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan.”
(HR. Bukhari no. 1187)

Al Bukhari membawakan hadits di atas pada Bab “التَّطَوُّعِ فِى الْبَيْتِ”, shalat sunnah di rumah.

Berpindah tempat saat melaksanakan shalat rawatib

Berdasarkan hadits As Saa-ib bin Yazid bahwa Mu’awiyyah radhiyallahu ‘anhu pernah berkata kepadanya, “Apabila engkau telah shalat Jum’at, janganlah engkau sambung dengan shalat lain sebelum engkau berbicara atau pindah dari tempat shalat.
Demikianlah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan pada kami. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنْ لاَ تُوصَلَ صَلاَةٌ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ

“Janganlah menyambung satu shalat dengan shalat yang lain, sebelum kita berbicara atau pindah dari tempat shalat”
(HR. Muslim no. 883)

Dalam melaksanakan shalat rawatib khusunya bak’diyah dianjurkannya untuk berpindah dari tempat melakukan ibadah shalat wajib ke tempat lain untuk melakukan shalat sunnah rawatib (di tempat lain di masjid atau lebih baik di rumah). Namun yang lebih utama jika melaksanakan shalat sunnah rawatib di rumah.Karena melaksanakan shalat sunah di rumah itu lebih baik .Sebagimana hadits yang kita bicarakan di atas.

Tujuan dari perpisahan / perpindahan tempat adalah agar tidak serupa antara shalat wajib dan shalat sunnah .

Baca Juga: https://www.pendidik.co.id/nama-bayi-perempuan-islami/

Mengqodho shalat rawatib

Mengqodho shalat sunnah rawatib adalah suatu yang masih diperselisihkan para ulama.Namun pendapat yang menyatakan boleh diqodho’ itulah yang lebih kuat (rojih). Alasannya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa :

Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يُصَلِّ رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ فَلْيُصَلِّهِمَا بَعْدَ مَا تَطْلُعُ الشَّمْسُ

“Barangsiapa yang tidak shalat dua raka’at sebelum Shubuh, maka hendaklah ia shalat setelah terbitnya matahari.”
(HR. Tirmidzi no. 423)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا لَمْ يُصَلِّ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ صَلاَّهُنَّ بَعْدَهُ

“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengerjakan shalat rawatib 4 raka’at sebelum Zhuhur, beliau melakukannya setelah shalat Zhuhur.”
(HR. Tirmidzi no. 426)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang lupa akan sholatnya maka sholatlah ketika dia ingat, tidak ada tebusan kecuali hal itu“.
(HR. Bukhori no. 597, Muslim no. 680)

Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah shalat rawatib di waktunya. Namun jika kita sibuk karena ada urusan, maka kita boleh mengqodho’nya (malam atau siang hari). Inilah pendapat yang masyhur di kalangan Syafi’iyah yang menyatakan boleh mengqodho’nya kapan saja.