UU yang mengatur HAM di Indonesia

Undang-Undang tentang HAM di Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999. Adapun hak-hak yang ada dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 199 tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Hak untuk hidup (Pasal 4)
  2. Hak untuk berkeluarga (Pasal 10)
  3. Hak untuk mengembangkan diri (Pasal 11, 12, 13, 14, 15, 16)
  4. Hak untuk memperoleh keadilan (Pasal 17, 18, 19)
  5. Hak atas kebebasan pribadi (Pasal 20-27)
  6. Hak atas rasa aman (Pasal 28-35)
  7. Hak atas kesejahteraan (Pasal 36-42)
  8. Hak turut serta dalam pemerintahan (Pasal 43-44)
  9. Hak wanita (Pasal 45-51)
  10. Hak anak (Pasal 52-66)

2.5. BENTUK-BENTUK PELANGGARAN HAM

Bentuk-bentuk pelanggaran HAM Pelanggaran yang sering dijumpai dalam masyarakat antara lain :

  1. Deskriminasi adalah pembatasan, pelecehan, dan pengucilan yang dilakukan langsung atau tidak lengsung yang didasarkan perbedaan manusia atas Suku, ras, etnis, dan Agama.
  2. Penyiksaan adalah perbuatan yang menimbulkan rasa sakit atau penderitaan baik jasmani maupun rohani.

Pelanggaran HAM menurut sifatnya terbagi dua yaitu :

  1. Pelanggaran HAM berat yaitu pelanggaran HAM yang mengancam nyawa manusia.
  2. Pelanggaran HAM ringan yaitu pelanggaran HAM yang tidak menancam jiwa manusia.

Contoh Pelanggaran HAM di Indonesia

  1. Peristiwa Tanjung Priok

Peristiwa kerusuhan yang terjadi pada tanggal 12 September 1984 di Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia, yang mengakibatkan sebanyak 24 orang tewas, 36 orang luka berat dan 19 luka ringan. Peristiwa ini berlangsung dengan latar belakang dorongan pemerintah Orde Baru waktu itu agar semua organisasi masyarakat menggunakan azas tunggal yaitu Pancasila. Penyebab peristiwa ini adalah tindakan perampasan brosur yang mengkritik pemerintah pada saat itu di salah satu mesjid di kawasan Tanjung Priok dan penyerangan oleh massa terhadap aparat

  1. Pelanggaran HAM di Daerah Operasi Militer (DOM), Aceh

Peristiwa ini telah menimbulkan bentuk bentuk pelanggaran HAM terhadap penduduk sipil yang berupa penyiksaan, penganiayaan, dan pemerkosaan yang berulang-ulang dengan pola yang sama. Kasus-kasus dari berbagai bentuk tindakan kekerasan yang dialami perempuan yang terjadi dari ratusan kekerasan seputar diberlakukannya Daerah Operasi Militer selama ini tidak pernah terungkap.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan informasi ini tidak diketahui oleh masyarakat luas dan dunia internasional seperti :

 

https://promo-honda.id/mplayer-pro-apk/